Dampak Digitalisasi Ekonomi terhadap Penyerapan Tenaga Kerja dan Fenomena Pengangguran di Indonesia
Kata Kunci:
digitalisasi ekonomi, penyerapan tenaga kerja, pengangguran, sektor informal digitalAbstrak
Digitalisasi ekonomi telah menjadi salah satu fenomena struktural utama yang memengaruhi dinamika pasar tenaga kerja di Indonesia. Perkembangan teknologi digital, otomatisasi, dan ekonomi berbasis platform membawa implikasi yang kompleks terhadap penyerapan tenaga kerja dan tingkat pengangguran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak digitalisasi ekonomi terhadap penyerapan tenaga kerja serta fenomena pengangguran di Indonesia, dengan menyoroti aspek skill mismatch, perubahan struktur penyerapan tenaga kerja, kualitas pekerjaan, sektor informal digital, ketimpangan regional, serta implikasi makroekonomi jangka panjang. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan deskriptif-analitis, didukung oleh data Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Indonesia tahun 2022–2025 yang dipublikasikan oleh Badan Pusat Statistik.
Hasil kajian menunjukkan bahwa digitalisasi ekonomi berkontribusi terhadap penurunan tingkat pengangguran terbuka secara nasional melalui penciptaan peluang kerja baru, khususnya di sektor jasa dan ekonomi berbasis platform. Namun demikian, penurunan pengangguran tersebut tidak sepenuhnya mencerminkan perbaikan kualitas penyerapan tenaga kerja. Digitalisasi yang bersifat skill-biased memperkuat fenomena ketidaksesuaian keterampilan (skill mismatch), mendorong ekspansi sektor informal digital, serta meningkatkan proporsi pekerjaan dengan tingkat keamanan dan stabilitas yang rendah. Selain itu, dampak digitalisasi juga bersifat tidak merata secara regional, sehingga berpotensi memperlebar ketimpangan antarwilayah.
Secara makroekonomi, digitalisasi ekonomi memiliki implikasi jangka panjang terhadap produktivitas, distribusi pendapatan, dan stabilitas sosial. Oleh karena itu, penelitian ini menegaskan bahwa digitalisasi bukan sekadar isu teknologi, melainkan proses transformasi struktural yang memerlukan kebijakan publik yang adaptif, inklusif, dan berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia serta pemerataan pembangunan.
Unduhan
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Sholihatin Khofsah, Adi Rahmat Hadi (Penulis)

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.